![]() |
| Add caption |
Bismillah . . ..
caerita lama cuman pengen oplod ulang aja di blogger :)
"RAMADHAN TANPA AYAH"
Hari demi hari terus terlewati dan tanpa ku sadari ini adalah hari ke - 39 dalam hidupku tanpa abi,karna abi telah meninggal dunia beberapa minggu yang lalu karna sebuah kecelakaan saat mengendarai motor ketika ingin pulang kerumah kami,dan semenjak
abi pergi meninggalkan kami rasanya suasana terasa begitu berbeda,suasana rumah terasa begitu sepi dan sunyi.Tapi untunglah masih ada ummi yg selalu menyemangati kami para anak-anak ummi,padahal sebagai seorang wanita dan kakak dari adik-adik saya,saya sangat mengerti sekali perasaan ummi yg sangat terpukul karna kepergian abi,tapi anehnya tak sedikitpun terlihat dimata umi adanya kesedihan yang luar biasa itu, padahal sering sekali saya memperhatikan ummi dimalam hari yg tidak bisa tertidur karna bersedih akan kepergian abi,tapi disinilah keistimewaan ummi yang sangat saya kagumi,meskipun kegelisahan datang menghantui hati dan fikiran ummi,ummi tetap berusaha untuk tetap tegar tanpa harus menangis.Mungkin ini semua karna amanat abi yang berpesan kepada umi sebelum kepergian abi dari kehidupan kami dan saat itu kebetulan saya berada dikamar bertiga bersama abi dan ummi untuk membicarakan hal penting yang ingin disampaikan abi pada ummi dan saya mendengar langsung amanat yang disampaikan abi yaitu “ jangan bersedih dan membiarkan buah hati kita ikut bersedih” (sambil menatapku dengan tatapan yang tidak biasanya kurasakan yang seolah-olah ini adalah waktu terakhiku bersama abi,abi pun tersenyum seraya mengusap-ngusap kepalaku dengan penuh kasih sayang).Saya dan ummi hanya bisa tertunduk meskipun ada beribu tanya yang pastinya ingin ummi dan saya tanyakan terhadap perkataan abi,tapi tak ada keberanian untukku menanyakan hal itu karna ummi saja yang sebagai istri abi tidak berani menanyakan hal itu apalagi saya yang baru berusia 16 thn,rasanya itu adalah perbuatan yang tidak sopan bila saya harus bertanya mendahului ummi.Tapi tidak lama kemudian saat abi melihat ummi terlihat bersedih ,abi berkata “laa tahzan zaujati(jangan bersedih istriku)”,abi tidak bermaksud mengatakan bahwa abi akan pergi meninggalkan kalian semua (mendengar kata itu ummi berhenti menunduk dan menatap mata abi) dan janganlah kamu berfikir bahwa abi akan pergi meninggalkan kalian semua,karna abi ini bukanlah tuhan yang maha mengetahui,tapi bila memang Allah telah menuliskan takdir abi untuk kembali padanya maka percayalah itu adalah yang terbaik dari yang terbaik,karna Dialah yang maha mengetahui mana yang terbaik dari yang terbaik.Mendengar perkataan abi,ummi seperti ingin menangis,tapi belum sempat air mata menetes dimata ummi,abi lekas memeluk ummi seraya memberbisikan sesuatu ketelinga ummi dan setelah selesai menyampaikan pesannya pada ummi , abi juga memanggil saya dan berpesan kapada saya agar saya bisa menjadi seorang kakak yg baik dan berusaha menjadi wanita yang semulia khadijah,setaqwa aisyah dan bersabarlah setabah fatimah.Yah....itulah pesan terakhir yang disampaikan abi untuk saya dan mudah-mudahan saya bisa menjadi seperti apa yang di amanatkan abi,karna cuman itulah yang diharapkan abi dari saya.
Keesokan harinya tepat pada hari ke-40 meninggal abi,ummi mengajak kami untuk melaksanakn romadhan dikampung halaman tempat orang tua abi,karna kebetulan saat itu saya dan adik-adik saya sudah libur awal puasa dan saat itu juga masa iddah ummi sebagai seorang istri yang ditinggalkan suami meninggal dunia sudah selesai,selain itu saat ini hanya merekalah keluarga ummi yang terdekat,sedangkan orang tua ummi sudah lama meninggal sejak ummi masih kecil dan hanya abi yang dulunya selalu menemani ummi sejak duduk dibangku SMA hingga mereka dipersatukan di jenjang pernikahan.
Sesampai dikampung halaman nenek,betapa terkejutnya kami karna orang-orang kampung yang berbondong-bondong menyambut kadatangan kami dan diantara mereka ada yang sampai menangis mengucapkan turut berduka cita atas kepergian abi seraya menasehati ummi agar tetap bersabar atas coba’an yang dialami ummi,ummi hanya bisa berusaha tersenyum dan membalas semua perhatian mereka dengan kata syukron khatsiran(terimakasih banyak) dan sebisa mungkin ummi menahan air mata yang ingin menetes karna terharu atas semua kejadian ini.Perasaan bercampur aduk yang ummi rasakan antara rasa sedih atas kepergian abi dan rasa bangga menjadi istri abi,membuat ummi tidak kuat menahan air mata yang ingin menetes,apalagi jika ummi mengingat bagaimana sikap romantis abi pada ummi yang sangat menyayangi dan memanjakan ummi selama abi masih hidup,karna ummi mulai merasa tak tahan lagi menahan bendungan air mata yang ingin meneteskan,lekas ummi mengajak kami untuk masuk kedalam rumah dan hanya bisa minta maaf tidak bisa lama-lama diluar karna ingin segera istirahat sejenak untuk melepas lelah akibat perjalanan yang ditimpuh cukup melelahkan.
Semantara ummi beristirahat dikamar,saya pergi mendatangi nenek didapur dan menanyakan pada nenek tentang orang-orang tadi,dan setelah mendengar cerita nenek barulah saya menyadari apa hikma menjadi orang yang tulus kebaikannya.Walaupun menjadi orang baik itu sulit,karna pasti ada saja orang yang iri,jengkel dan menjelak-jelekan kita,tapi kita harus sabar menjalani itu semua karna itu semua adalah ujian dari Allah untuk hamba-hamba Nya yang ingin dinaikan derajatnya dimata Allah.Dan itulah yang dialami oleh abi,semasa hidup abi,abi selalu berbuat baik kepada semua orang tanpa memberda-bedakan mana orang yang baik kepadanya dan mana yang memusuhinya.Abi tetap tulus menolong mereka tanpa pamrih dan inilah hikma yang diterima abi dari ketulusan hatinya menolong orang lain tanpa pamrih,meskipun abi sudah lama meninggalkan kampung halaman, keluarga,saudara,sahabat-sahabat dan teman-teman abi tetap selalu ingat kepada abi,bahkan mereka selalu setia datang kerumeh nenek untuk tadarusan dan berdo’a kepada Allah agar abi ditempatkan disisi Allah ditempat yang sebaik-baiknya(surga),bersama orang-orang sholeh lainya.
Malam pertama menjalankan sholat terawih pun tiba saya,ummi dan adik-adik saya serta kakek dan nenek menjalankan ibadha sholat terawih di mesjid dekat rumah nenek,kami pergi bersama sambil bercanda gurau dan sepanjang jalan pula banyak orang yang ikut bergabung berjalan bersama kami sambil bercanda dan bercerita sepanjang perjalanan dan begitu pula saat kembali pulang.Yah...itulah suasan yang kami rasakan dikampung ini,banyak sekali orang yang baik dan ramah kepada kami,apalagi kakek dan nenek,kami selalu bercanda gurau,bercerita,dan bermain bersama selama dikampung,hingga tidak terasa seminggu sudah kami dirumah kakek dan nenek.Dan tibalah saat kami untuk kembali pulang,keadaan saat kami pulang sama dengan saat kami datang,semua orang kampung datang berkumpul dirumah kakek,dan diantara mereka banyak sekali yang memberikan oleh-oleh berupa kenang-kenagan,buah-buahan dan makanan lainya.Yah...liburan selama seminggu dirumah kekek dan nenek sangat berkesan dihati saya bahkan rasanya tidak cukup waktu seminggu untuk berlibur disana,karna selama disana kami merasa memiliki berjuta keluarga yang menyayangi kami dan mampu memberi semangat baru pada ummi yang sesungguhnya masih bersedih akan kepergian abi,tapi kami harus segera pulang karna saya dan adik-adik saya harus segera kembali masuk sekolah.
Setiba dirumah kami dikagetkan oleh dua orang berjas hitam yang duduk didepan rumah kami.Karna masih berada didepan gerbang rumah,ummi masih belum bisa mengenali mereka,tapi setelah berada didepan rumah dan setelah ummi mengucapkan salam yang membuat mereka menyadari kedatangan kami,barulah ummi mengenali wajah salah satu dari orang yang berjas itu,ternyata salah satu orang yang berjas itu adalah sohib karib abi,namun yang satunya lagi masih belum kami kenali.Ummi pun mempersilahkan mereka masuk dan membuatkan minuman untuk mereka berdua,kemudian sohib karib abi menyuruh ummi untuk memanggil kami bertiga untuk membicarakan hal penting yang diamanatkan abi sebelum kepergianya.Sungguh alangkah terkejutnya ummi mendengar semua yang dikatakan sohib karib abi dan orang asing yang belum kami kenal itu yang ternyata adalah seorang produser yang ingin mengadakan kontrak kepada kami sekeluarga untuk menjadi pemain film dalam acara “ jejak sang ayah”.Dan adik saya yang pertama diminta untuk menjadi pemeran utama dalam acara ini dan semua sekenerio ceritanya dibuat seperti kehidupan kami yang akan datang dan inti dari film ini adalah adik saya adalah seorang penerus perjuangan ayahnya untuk menyebar luaskan agama islam.Tapi yang membuat ummi sampai menagis adalah amanat yang disampaikan sohib karib abi,bahwa abi telah mewariskan 3 perusahaan untuk ummi,saya dan adik pertama saya.Sungguh bijaksana abi dalam memperhintungkan semuanya,abi mewariskan 60% perusahan minyak wangi kepada ummi sedangkan 40% nya dibagi rata untuk perusahaan sepatu dan perusahaan distro,begitu pula dengan perusahaan yang diwariskan abi kepada saya dan adik saya,masing-masing perusahan diberi jata 60% dan 40% nya untuk dibagi rata keperusahaan lainya sehigga jika salah satu perusahaan mengalami bangkrut,perusahaan itu masih memiliki jata pemasukan dari dua perusahaan untuk mengatasi kebangkrutan tersebut.Sunggu semuanya sudah diatur abi dengan sebaik mungkin atau memang ini dari hadiah dari Allah untuk ummat-ummatnya yang selalu taat terhadap perintahnya,sehingga segala usaha abi dipermudah oleh Nya(Allah).Tidak lupa pula abi menitipkan sepujuk surat untuk ummi,yang isi pesanya adalah amanat untuk ummi agar merawat kami menjadi anak-anak yang sholeh dan sholeha yang mengerjakan segala syari’at islam dengan baik dan benar.Dan abi juga berpesan agar tidak bersedih seperti kata abi saat itu yang melarang ummi untuk bersedih apalagi membuat buah hati mereka bersedih dan tek perlu pusing untuk memikirkan biaya karna abi sudah mempersiapkan segalanya semenjak awal penikahan ummi dengan abi.Sungguh bahagia hidupku memiliki kedua orang tua yang sangat menyayangiku kan adik-adikku,bahkan jauh sebelum kami dilahirkan,abi sudah merencanakan segalanya.”sungguh besar kasih sayang kedua orang tua kepada anak-anaknya maka janganlah kamu menyai-nyaikan kedua orang tuamu dan seringlah dekat dengan mereka,bercanda,bercerita,dan bermain bersama ,karna orang tua adalah orang terdekat yang sangat menyayangimu dan bila mereka adalah seorang sahabat maka mereka adalah sahabat terbaik dari sahabat terbaikmu.
SELAMAT MENJALANKAN IBAHA PUASA DAN TETAP SEMANGATLAH BUAT ORANG-ORANG YANG MEMILIKI MASALAH DALAM HIDUPNYA KARNA BUKAN HANYA KITA YANG MEMILIKI MASALAH YANG BERAT BAHKAN PASTI ADA YANG LEBIH BERAT DARI KITA TAPI MEREKA MAMPU MELEWATI SEMUANYA DENGAN LAPANG DADA DAN IKHLAS.” WE CAN ”



0 komentar:
Posting Komentar